"Mengapa aku (me)rindu, padahal belum ada (ber)temu?"
| — | secangkirindu ku (lagi) lagi lagi membuat ulah malam ini Tolong bantu aku temukan jawaban tentang itu. Apa kau tau bagaimana aku mengeja eja tentang mu? apa kau tau aku mencoba membaca mata mu dari jarak yang (sangat) jauh? lalu apa kau percaya dengan takdir? aku tak perlu menerka siapa di antara aku dan kamu yang dulu menemukan ku atau menemukan mu, kau tidak mencari ku atau bahkan kau tidak pernah terlintas sedikit saja memikirkan ku. Namun, nyatanya, aku, di sini rindu ku sedang bergaduh dengan waktu, menuntut aku harus menerobos jarak tempuh yang bahkan aku tak tau seberapa jauh Maya~ Tolong aku, bantu carikan jawab atas rindu ku yang bahkan belum hadirkan temu atau jika memang kau pun tak mampu Tunggu aku di persimpangan jalan itu Aku akan menjemput mu akan aku ceritakan seberapa dalam rindu ku memendam menyimpannya dalam dalam sebab tak ingin kau tenggelam Apa kau tau, aku kerap berbisik tentang mu kepada Yang Maha Cinta Langit jadi saksi buta atas setaip nada yang ku lantunkan kepadaNya Gelap jadi saksi nyata atas sendunya jiwa yang berkata Lalu yang bersifat cahaya menjadi pencatat atas nama yang aku bisikkan kepadaNya Maya~ Sekali lagi aku katakan, tolong bantu aku Aku rindu~ (via secangkirindu) |
Komentar
Posting Komentar