SISI INTROVERT

"BAHKAN SEORANG YANG MEMILIH MENJADI PELACUR-PUN  

TAK BISADISALAHKAN SEPENUHNYA"

Ada banyak problematika dalam hidup ini dan tidak akan berhenti sampai tanah mengubur jasad.
ada hal-hal diluar dugaan dan tidak mengenakkan , ya namanya juga cobaan klw enak bukan cobaan tapi liburan, tapi terkadang keadaan itulah yang memaksa kita berubah menjadi seseorang yang bahkan diri sendiripun tidak mengenal "ini siapa"? batinnya.

oh ya, inti dari tulisan ini bukan tentang kisah seorang pelacur tetapi seseorang yang sikapnya cenderung dianggap negatif padahal dia sendiri tidak beharap akan memilih jalan hidup yang seperti itu karena terkadang terpaan dan badai yang dihadapi setiap insan itu berbeda.

Pernah ga sih menelusuri lebih jauh.
Seseorang yang kita anggap selalu bernegatif dengan spekulasinya sendiri, padahal dia pernah menjadi seseorang yang tulus menyimpan percaya tapi berakhir dengan kebohongan.
Seseorang yang terlihat cuek, tidak pernah mengucapkan ucapan terimakasih setelah melakukan sesuatu, dia seseorang yang selalu melakukan apa saja untuk orang lain tapi tidak pernah diapresiasi.
Seseorang yang katanya sombong tidak mau menyapa saat bertemu padahal dia hanya menyimpan takut karena sering kali tidak dianggap oleh sekitarnya.
Seseorang yang kita anggap tempramen, mudah tersinggung, gampang marah , dia yang dididik dengan keras, salah sedikit tak segan pukulan melayang .
Seseorang  yang tidak percaya diri, selalu minder, menutup diri , dulunya dia sangat percaya pada dirinya sampai pada akhirnya ada hinaan saat dia baru mencoba belajar mengembangkan kemampuannya.
sama halnya dengan seorang yang memilih melakukan pekerjaan yang dianggap buruk sekalipun, Melacur misalnnya, keadaan ekonomi memakasanya  ,tidak punya sesorang yang menguatkan, jangankan mengingatkan perihal agama, sekedar tempat bersandar mungkin mereka tidak punya. 

Disisi lain
ada seseorang yang lembut peranghainya, lembut tutur katanya sangat percaya diri dengan dirinya, bahkan hampir setiap orang yang dia temui selalu disapanya, tidak pernah tertutup saking positifnya pada semua orang. 
mereka rata-rata yang tumbuh dengan kasih sayang cukup, banyak orang-orang yang selalu mendukung, hal kecilpun mereka diapresiasi.

Semua orang tumbuh dan didik dengan atsmofer  lingkungan yang berbeda, seseorang  dibesarkan dengan keadaan,  dan cara berfikir dengan pola yang ditanamkan sejak awal.

Tidak ada yang lebih baik dari siapa, karena dari awalpun situasi sudah berbeda, yang kita perlu adalah buka hati dan fikiran lalu tanamkan "pasti ada alasan dengan sikap yang menurut saya tidak benar" ,pun sesuatu yang terjadi jangan hanya melihat dari satu sudut pandang ini persoalan hidup bukan mata pelajaran matematika yang benar cara menghitungnya itulah yang benar. Jauhkan dari prasangka apa lagi dgn judgemen yang menerakakan  diluar kendali kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

candu

Pratikum Dasar pemograman (case of)