di nikahimu: Merdeka atas masa lalu yang tidak berujung cinta

Seperti yang kamu tahu, hatiku sempat menepi di lain hati sebelum berlabuh kepadamu. Ada beberapa kisah dengan berbagai pelajaran yang dengan pikiran positif kuanggap sebagai hikmah. Meski berujung dengan duka dan luka, tetap kuceritakan kepadamu seutuhnya. Kuceritakan semua, agar ketika aku berhenti padamu, aku utuh, tanpa ada masa lalu yang kepada mereka aku masih merasa butuh.

Aku menemukanmu, seperti kamu menemukan aku. Ketika masa lalu telah usai, ketika masa depan sudah ingin kita mulai. Bersamamu, masa lalu benar-benar hanya berupa kisah. Bukan lagi tanggungan yang memberatkan pundak. Bukan pula, mimpi buruk yang mengganggu saat malam perlahan usai. Bersamamu, masa lalu hanya sebuah kisah, sepenggal bait usang yang tak selesai digubah.

Segala penyesalan, luka dan segala drama atas cinta yang bukan kita sudah kusimpan dengan rapi. Di dalam memori, bukan di dalam hati. Setiap senti hatiku telah kusediakan untuk cinta yang kau tabur benihnya, untuk rasa yang kupupuk perlahan dan masa depan yang senantiasa kita rancang. Tak ada lagi tempat, kecuali untukmu yang kelak kau ikat dalam akad.

Selesai. Sungguh. Tak ada lagi dia, dia dan entah siapa lagi yang pernah kudefinisikan cinta. Yang kusalah artikan, yang dengan gelap hati kucoba tuk abadikan. Dari berbagai alasan untuk selesai dan beragam kondisi yang menyebabkan semuanya usai, setelah kupikir lagi, sejatinya hanya ada satu alasan. Karena mereka bukan kamu, maka setiap kisah dengan mereka yang kukira cinta hanya berakhir sia-sia.

Bersamamu aku selesai, merdeka atas semua kisah yang tak berujung cinta, terbebas dari segala cinta yang bukan dengan kamu. 
Jogjakarta, 15 April 2018 || 06.00 WIB
@enggartoro

Komentar

Postingan populer dari blog ini

candu

Pratikum Dasar pemograman (case of)