Kejutan itu Kamu
“Tempo hari, selepas raga ini mengenalmu, aku jadi lupa diri. Semua tentangmu aku abadikan di sini. Terpatri baik-baik di dalam hati”.
Hei kamu , ada beberapa hal dalam hidup terjadi dengan penuh kejutan. Sesuatu yang tak pernah kamu sangka bahwa kamu dapat merasakannya. Hal yang mungkin hanya menjadi sebuah angan di atas langit-langit kepalamu yang kamu tak tahu bahwa kamu bisa meraihnya. Tapi semua terjadi begitu saja, tanpa aba-aba, tanpa kamu duga-duga. Tiba-tiba semua hal yang kamu angankan mewujud kenyataan. Membuatmu senang bukan kepalang, bahagia sejadi-jadinya. Mencipta debar-debar perasaan yang entah bagaimana bisa membuatmu tersenyum-senyum sendiri saat mengingatnya. Kejutan itu adalah kamu.
Mungkin Tuhan sedang berbaik hati, saat aku bertemu denganmu pertama kali, Dia bolak-balikan hatimu yang pesona itu sehingga membuat pikiranmu merasa perlu untuk mengenalku. Lalu kita menjalani cerita begitu saja, hari-hari kita lewati bersama. Hingga kita bisa saling mengenal antara satu dengan yang lainnya. Saling berbagi cerita, dongeng ,tawa, dan air mata. Hingga kekagumanku semakin tandas untuk satu namamu.
Atau mungkin, sebenarnya Tuhan hanya ingin bermain-main saja denganku, -tentu saja dengan memberikan perannya kepadamu. Untuk membuatku melayang-layang di atas langit dengan degup perasaan bahagia. Yang suatu saat nanti, -entah tak tahu kapan- akan menghempaskanku ke dalam lubang pengap bernama kesedihan dan kekecewaan yang begitu dalam. Ah, tentu saja aku tidak akan memikirkan itu lebih jauh. Belum apa-apa aku sudah begitu miris membayangkannya. Kamu tidak akan tega mengecewakan hati yang bernaung kepadamu kan?
Hei kamu, cinta kerap datang dengan cara yang begitu sederhana. Kamu tak butuh adegan-adegan romantis seperti yang kamu lihat di film-film drama untuk sekedar merasakan jatuh cinta. Kamu tak harus menjadi tokoh-tokoh fiksi dalam dongeng-dongeng picisan untuk merasakan bagaimana mewahnya sebuah perasaan cinta. Cukuplah kamu menjadi dirimu sendiri, lalu biarkan semua mengalir seperti bagaimana adanya. Lalu suatu saat, akan datang momen dalam hidupmu yang membuatmu jatuh cinta. Entah bagaimana caranya. Entah kapan masanya. Termasuk aku saat ini.
“Aku mencintai kamu karena semesta bahu membahu membuatku menemukanmu.”
Malam ini hujan. Padahal tadi sore mentari sempat bersinar. Terkadang, hujan menjadi kejutan yang menyenangkan. Kamu tahu? Seperti halnya cinta. Hari ini kamu merasakan kerontang, kamu tak pernah tahu, bahwa esok, lusa, atau seminggu ke depan bisa saja turun hujan. Membasuh kemarau yang kekeringan. Penghapus dahaga saat kerontang. Tiba-tiba datang lalu pergi. Kemudian datang lagi dan pergi lagi. Tapi, sungguh . Aku tak pernah ingin beranjak pergi. Aku selalu ingin menjadi kejutan yang menyenangkan buatmu…
